Build Confidence
Memberikan keyakinan kepada pelanggan, mitra dan stakeholder bahwa organisasi menerapkan sistem secara terstruktur.
Understanding HACCP
HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) merupakan sistem manajemen keamanan pangan yang diakui secara internasional untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan bahaya yang berpotensi memengaruhi keamanan produk pangan. Sistem ini berfokus pada tindakan pencegahan sehingga risiko kontaminasi dapat dikendalikan sebelum produk sampai kepada konsumen.
HACCP telah menjadi persyaratan penting dalam industri pangan global dan banyak digunakan oleh produsen makanan, minuman, restoran, katering, rumah potong hewan, pergudangan pangan, logistik dingin, hingga industri pengemasan makanan.
HACCP adalah metode sistematis berbasis pencegahan yang digunakan untuk memastikan keamanan pangan dengan mengidentifikasi titik kritis dalam proses produksi yang berpotensi menimbulkan bahaya biologis, kimia, maupun fisik.
Sistem HACCP dikembangkan berdasarkan prinsip ilmiah dan pengendalian proses, sehingga organisasi dapat mengurangi risiko kontaminasi pangan secara efektif dan konsisten.
HACCP juga menjadi dasar penting dalam berbagai standar keamanan pangan internasional, termasuk ISO 22000 dan regulasi industri pangan global.
Penerapan HACCP bertujuan untuk membantu organisasi:
Dengan penerapan HACCP yang efektif, perusahaan dapat membangun sistem pengendalian keamanan pangan yang lebih proaktif dan terdokumentasi.
HACCP dibangun berdasarkan tujuh prinsip utama, yaitu:
Ketujuh prinsip tersebut membantu organisasi memastikan bahwa setiap tahapan proses produksi pangan dikendalikan secara efektif.
Dalam penerapan HACCP, bahaya keamanan pangan umumnya diklasifikasikan menjadi tiga kategori:
Meliputi bakteri, virus, jamur, atau mikroorganisme lain yang dapat menyebabkan penyakit bawaan pangan.
Meliputi residu bahan kimia, pestisida, logam berat, bahan pembersih, atau zat berbahaya lainnya.
Meliputi benda asing seperti kaca, logam, plastik, kayu, atau material lain yang dapat mencemari produk.
Penerapan dan sertifikasi HACCP memberikan berbagai manfaat bagi organisasi, antara lain:
HACCP membantu organisasi membangun sistem keamanan pangan yang lebih efektif, preventif, dan berorientasi pada perlindungan konsumen.
Proses implementasi dan sertifikasi HACCP umumnya meliputi:
Kami menyediakan layanan sertifikasi HACCP yang profesional, independen, dan terpercaya untuk membantu organisasi membangun sistem keamanan pangan yang efektif dan sesuai dengan persyaratan industri pangan internasional.
Tim auditor kami memiliki kompetensi dan pengalaman dalam berbagai sektor industri makanan dan minuman sehingga proses audit dilakukan secara objektif, transparan, dan memberikan nilai tambah terhadap peningkatan keamanan pangan perusahaan Anda.
Kami berkomitmen membantu organisasi meningkatkan pengendalian keamanan pangan, kepatuhan regulasi, serta kepercayaan pelanggan melalui sistem yang terintegrasi dan berorientasi pada continuous improvement.
Tunjukkan komitmen perusahaan terhadap keamanan pangan dan perlindungan konsumen melalui penerapan dan sertifikasi HACCP. Hubungi tim kami untuk konsultasi dan informasi lebih lanjut mengenai proses sertifikasi, tahapan audit, dan kebutuhan implementasi sesuai bidang usaha organisasi Anda.
Penerapan dan sertifikasi standar membantu organisasi meningkatkan konsistensi, membangun kepercayaan serta memperkuat pengendalian terhadap risiko.
Memberikan keyakinan kepada pelanggan, mitra dan stakeholder bahwa organisasi menerapkan sistem secara terstruktur.
Membantu organisasi meningkatkan konsistensi proses, efektivitas pengendalian dan kinerja operasional.
Mendorong organisasi memahami risiko serta menetapkan pengendalian yang relevan terhadap aktivitasnya.
Mendukung budaya evaluasi dan peningkatan sistem secara berkelanjutan.
Sertifikasi dapat diterapkan oleh berbagai organisasi sesuai dengan aktivitas, konteks dan ruang lingkup sistem manajemen yang dijalankan.
Organisasi komersial dari berbagai ukuran dan sektor usaha.
Instansi dan organisasi pelayanan publik yang menerapkan sistem manajemen.
Organisasi dengan aktivitas produksi, engineering maupun industrial services.
Organisasi jasa profesional, teknologi, perdagangan dan aktivitas lainnya.
Proses sertifikasi dilakukan melalui tahapan yang terstruktur dari application hingga surveillance.
BOS memperoleh informasi mengenai organisasi, lokasi, aktivitas, jumlah personel serta ruang lingkup sertifikasi.
Evaluasi kesiapan organisasi dan dokumentasi sistem sebelum pelaksanaan Stage 2 Audit.
Evaluasi penerapan dan efektivitas sistem manajemen terhadap kriteria standar.
Hasil audit ditinjau untuk mendukung pengambilan keputusan sertifikasi secara independen.
Audit surveillance dilakukan untuk memastikan sistem tetap diterapkan dan sertifikasi dapat dipertahankan.
Sampaikan informasi organisasi dan ruang lingkup yang dibutuhkan. Tim BOS akan membantu proses application review dan quotation.